|ATANG SENDJAJA
|AIR FORCE BASE

Lanud Atang Sendjaja Tanam 1.906 Bibit Pohon di AWR Salatri, Perkuat Kelestarian Lingkungan dan Ketahanan Kawasan Pesisir
Komitmen TNI Angkatan Udara dalam mendukung pelestarian lingkungan hidup kembali diwujudkan melalui kegiatan penanaman 1.906 bibit pohon yang terdiri dari 1.806 bibit mangrove dan 100 bibit cemara udang di kawasan Air Weapon Range (AWR) Salatri, Desa Mekarsari, Kecamatan Agrabinta, Kabupaten Cianjur, Selasa (9/6/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari program pemerintah Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) tersebut dipimpin oleh Komandan Lanud Atang Sendjaja, Marsma TNI A. F. Picaulima, S.Sos., dengan melibatkan unsur Pemerintah Kabupaten Cianjur dalam hal ini Wakil Bupati Cianjur Bapak Ramzi, perangkat Kecamatan Agrabinta, perangkat desa Mekarsari, tokoh masyarakat, serta jajaran Lanud Atang Sendjaja dan Grup 2 Helikopter.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah daerah dan masyarakat dalam kegiatan tersebut mencerminkan kuatnya sinergi lintas sektor dalam upaya menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya menjaga kawasan pesisir sebagai bagian dari aset strategis bangsa.
Penanaman dilaksanakan di kawasan AWR Salatri yang merupakan aset milik TNI Angkatan Udara dan selama ini digunakan sebagai daerah latihan penembakan. Di balik fungsi utamanya sebagai sarana latihan operasional, kawasan tersebut juga memiliki nilai ekologis yang penting karena berada di wilayah pesisir yang memerlukan perlindungan dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Melalui penanaman mangrove dan cemara udang, Lanud Atang Sendjaja berupaya menghadirkan keseimbangan antara kepentingan pertahanan negara dan pelestarian lingkungan hidup. Langkah tersebut sekaligus menjadi bentuk nyata bakti TNI AU dalam mendukung program pembangunan berkelanjutan serta menjaga keberlangsungan ekosistem pesisir.
Bibit mangrove yang ditanam memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas kawasan pantai. Selain mampu menahan abrasi dan mengurangi dampak gelombang laut, ekosistem mangrove juga berfungsi sebagai habitat alami berbagai jenis biota laut yang mendukung rantai kehidupan pesisir. Keberadaan hutan mangrove bahkan dikenal sebagai salah satu penyerap karbon alami yang efektif dalam membantu mengurangi dampak perubahan iklim global.
Sementara itu, pohon cemara udang yang ditanam di sepanjang kawasan pesisir memiliki fungsi sebagai pelindung alami dari terpaan angin laut dan pengikisan tanah. Sistem perakarannya yang kuat mampu membantu menjaga struktur tanah di kawasan pantai, sekaligus memperkuat sabuk hijau yang berfungsi sebagai benteng alami bagi lingkungan sekitar.
Kegiatan penanaman tersebut tidak hanya berorientasi pada manfaat jangka pendek, tetapi juga diarahkan untuk mendukung tujuan strategis jangka panjang. Dalam perspektif lingkungan, keberadaan ribuan pohon yang ditanam diharapkan mampu menciptakan ekosistem pesisir yang lebih sehat, meningkatkan kualitas lingkungan, serta memperkuat ketahanan kawasan terhadap ancaman degradasi alam dan perubahan iklim.
Di sisi lain, upaya pelestarian lingkungan di kawasan AWR Salatri juga memiliki nilai strategis dalam mendukung keberlangsungan fungsi aset pertahanan negara. Lingkungan yang terjaga dengan baik akan memberikan dukungan terhadap keberlanjutan kawasan latihan serta menciptakan kondisi yang lebih aman dan stabil bagi pelaksanaan tugas-tugas TNI Angkatan Udara di masa mendatang.
Suasana gotong royong mewarnai seluruh rangkaian kegiatan. Personel TNI AU, unsur pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan masyarakat setempat bersama-sama melakukan penanaman bibit di sejumlah titik yang telah dipersiapkan sebelumnya. Kolaborasi tersebut menjadi gambaran nyata bahwa upaya menjaga lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa.
Melalui penanaman 1.806 bibit mangrove dan 100 bibit cemara udang ini, Lanud Atang Sendjaja tidak hanya berkontribusi dalam penghijauan kawasan pesisir, tetapi juga memperkuat semangat kepedulian lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam mewujudkan kawasan pesisir Salatri yang hijau, lestari, produktif, dan mampu memberikan manfaat ekologis bagi generasi saat ini maupun generasi yang akan datang.


